Setelah Raport

Kamis kemarin, anak saya menerima raport semester 1-nya. Dia telah menyelesaikan setengah jalannya di kelas 5.

Huh! Jadi ingat lagi betapa waktu 10 tahun serasa sekejap saja.

Kamis itu, saya menjemputnya di lapangan bola tempatnya berlatih bersama timnya.

Mereka belum tiba di lapangan pada saat saya sampai. Tapi saya tidak menunggu lama sampai akhirnya saya bisa melihatnya menghampiri saya, sambil melambaikan map biru yang berisi raport, deskripsi dan angka.

Dia masuk ke dalam mobil, sambil menyodorkan raportnya.

“Bagus lho, ma” katanya, sambil menyambar makanan ringan yang saya bawa.

Saya tidak menjawab, hanya membuka map itu, dan mulai membaca lembar demi lembar raport deskripsinya.

Laporan tentang sejauh mana pencapaian anak saya dalam setiap materi yang diberikan. Mulai dari bahasa Indonesia, IPA, IPS, matematika, seni (musik), olahraga, bahasa Inggris, sampai sikap dan perilaku anak saya.

Anak saya sudah berlari ke lapangan, ketika saya mulai membaca kesimpulan dari deskripsi itu. Kemudian saya mundur ke beberapa laporan deskripsi dari beberapa semester lalu.

Sekali pun ada beberapa catatan kecil tentang “kerapian loker” dan “jangan cepat menyerah (baca: ngambek)”, secara umum saya senang dengan apa yang telah ia capai.

Semakin besar, semakin sadar bahwa belajar adalah kebutuhan. Semakin berusaha mengubah cara pikirnya yang tidak mau mencoba terlebih dahulu menjadi tidak takut mencoba. Semakin berusaha keras mengalahkan rasa tidak suka terhadap satu materi, menjadi suka.

Pada saat istirahat, dia lagi-lagi menghampiri saya.

“Suka ga sama nilai aku? Bagus-bagus kan?” tanyanya.

Agaknya memang dari tadi dia menunggu pujian dari saya karena memang nilai raport angkanya bagus.

“Tidak”, jawab saya. “Biasa!”

Wajah tirusnya terpaku mendengar jawaban saya. Tapi sebelum dia berkata-kata, terdengar seseorang memanggilnya untuk mulai masuk lapangan lagi.

Dalam perjalanan pulang, dia menjadi agak pendiam. Mungkin dia lelah setelah berlari-lari mengejar bola. Mungkin dia kecewa dengan jawaban saya tadi.

Malamnya, sambil tidur-tiduran, dia mengulangi lagi pertanyaannya.

“Gimana? Kamu suka kan nilai-nilai aku bagus-bagus?”

Saya berbalik menatapnya

“Aku suka kamu berusaha untuk memahami materi. Aku suka kamu sudah berusaha untuk menyukai materi yang tadinya kamu ga suka” jawab saya.

Dia diam. Berusaha mencerna. Mungkin menunggu pujian dari saya tentang nilainya.

“Angka yang ada di raport itu bagi aku bukan hasil belajar kamu. Itu adalah tolok ukur. Untuk memperkirakan sebenarnya kemampuan pemahaman kamu sampai mana saat ini.”

“Tapi bagus kan, nilainya?” Dia masih berkeras. Dia selalu berkeras sebelum mendapatkan jawaban yang memuaskannya.

“Kamu puas?” pancing saya. “Puas dengan angka-angka itu?”.

Dia diam.

“Kalau kamu puas, ya sudah. Pertahankan saja. Kalau kamu senang, aku juga senang. Tapi menurut aku, orang yang cepat puas bukan orang yang mau maju…”

Dia masih diam.

“Aku lebih berpikir bagaimana supaya kamu bisa lebih sadar untuk menjaga kerapian loker, supaya ga sering ngadu kehilangan lah, tapi ga taunya terselip di loker.. Sama seperti bagaimana supaya kamu sadar untuk merapikan barang-barangmu di rumah.. Atau, gimana supaya kamu ga cepat ngambek…ckckck”

Dia kemudian tertawa. Saya suka sekali melihatnya tertawa, ketika akhirnya dia memahami sikap saya.

“Jadi,” lanjut saya sambil mencubit hidungnya, “Jangan harap kamu mendengar kata-kata pujian dari aku tentang betapa bagusnya nilaimu, atau mungkin keluhan dari aku tentang nilaimu. Yang bisa aku bilang sekarang adalah aku senang kamu sudah berusaha.. Nilai-nilai itu biar saja untuk kamu. Kamu yang harus memutuskan mau diapakan nilai-nilai itu…”

Kemudian saya meneruskan kegiatan saya. Membiarkan dia tampak berpikir beberapa saat.

Dan…

“Trus, aku ulang tahun nanti kadonya apa?”

Eh?!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>