Bully, Di-bully

 

iz328024

Semalam gadisku menunjukkan chattingannya dengan salah seorang temannya yang mendapatkan direct message bernada ancaman dari temannya yang lain, sebut saja X.

Lalu tidak beberapa lama kemudian, dia mengatakan bahwa ketika hari terakhir UN, si X menangis karena tidak diajak nonton bareng bersama teman-teman sekelasnya.

Anakku memang tidak ikut keramaian nobar itu karena selain dia tidak berada di kelas itu, dia sudah pernah menonton filmnya, dia juga lebih memilih untuk bersenang-senang bersama mamanya ini. Continue reading »

Bersahabat Dengan Anak, Kenapa Tidak?

 

tgs100279

 

Dalam banyak tulisan tentang anak (saya), saya sering menulis tentang ‘menjadi teman dengan anak’.

Sebenarnya apa dan bagaimana sih ‘teman bagi anak kita’? Anak ya anak saja… Teman ya teman. Jelas bedanya… Anak ya harus hormat sama orangtua, bagaimana bisa hormat kalau orangtua dianggap teman?

Ih, sering deh saya mendengar komentar begitu..

Begini, kalau saya nih, begitu anak sudah mulai bertanya dan berpendapat sekalipun pendapatnya waktu itu hanya kata “Ga mau!”, saya sedikit demi sedikit menempatkan diri jadi “teman”nya.

Ketika dia bertanya (apapun) ya jawab. Kalau tidak tahu jawabannya atau tidak tahu cara menjawabnya, bilang terus terang. Dan janji akan menjawab atau mencari jawabannya nanti, dan tepati!! Continue reading »

Ketika Anak “Jatuh Cinta”

 

rbvs0030382

“Anak-anak… Karena mereka belum pernah menjadi dewasa, kitalah yg mesti menempatkan diri sejajar dgn mereka, karena kita pernah jadi anak-anak”

 

 

Ketika suatu sore anak saya pulang sekolah dan bercerita bahwa ada anak laki-laki yang menyatakan suka padanya, dan dia juga suka, saya berpikir “Oh, ini waktunya!”

Sudah tak terhitung berapa banyak buku tentang “menjadi orangtua” saya baca. Termasuk buku tentang anak yang memasuki usia puber. Meski tidak semua saya aplikasikan dalam membesarkan dan mendidik anak saya, tapi buku-buku tersebut setidaknya memberikan bekal pengetahuan mengenai tahap-tahap perkembangan anak saya.

Kata para pakar perkembangan anak, orangtua jangan kaget kalau anak pra remaja kita menyatakan dia suka pada anak lain. Baiklah, saya sih tidak kaget, hanya takjub betapa cepat waktu berlalu :) . Continue reading »

Mama Kepo…!

 

Youth can not know how age thinks and feels, but old men are guilty, if they forget what it was to be young …

-Dumbledore, Harry Potter and the Order of the Phoenix

Beberapa hari ini saya teringat lagi pada quote itu.

Berkaca pada pengalaman pribadi ketika masih sekolah dulu, ayah dan ibu saya selalu menekankan untuk “belajar dulu, jangan pikir yang lain”, membuat saya tidak berani bercerita pada ibu, apalagi ayah, ketika saya bertatap mata dengan seorang anak laki-laki.

Anak laki-laki itu temannya kakak teman saya, dia sedang bermain gitar di ulang tahun teman saya itu bersama teman-teman kakaknya teman saya yang lain. Continue reading »

Nulis… Nulis… Nulis…

 

Setiap kali aku melihat blog ini, aku berpikir, “Duh, kapan nulisnya sih?’.

Tapi ga lama kemudian pikiran itu berkembang, “Nulis apa ya?” hahahaha.

Udah lama banget ga nulis blog. Thanks to twitter yang berhasil memberikan tempat untuk letupan-letupan kecil di otak…

Sejak ditegur anakku untuk tidak memosting segala sesuatu yang berhubungan dengan dia tanpa sepengetahuan dan seizin dia, rasanya memang pikiran jadi ga kreatif. Tiap kali ada momen atau peristiwa (yang terkait si gadis ini), pasti kemudian menguap begitu saja. Continue reading »