Pada saat membaca pengumuman lomba penulisan blog tentang makanan khas daerah di website Nutrisi Untuk Bangsa, saya langsung teringat kampung bapak.
Bapak saya berasal dari Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Tepatnya di kota Sungai Penuh. Dulu, untuk memudahkan dan menyingkat penjelasan, jika ada yang bertanya asal bapak, saya sering menjawab “Padang”. Tidak sepenuhnya salah, karena sampai tahun 1957 Kerinci merupakan salah satu kabupaten Provinsi Sumatera Barat. Setelah itu, digabungkan ke wilayah provinsi Jambi.
Sedangkan bapak saya lahir tahun 1944. Jadi ya masih bisa lah jika saya menyebut asal bapak saya adalah “Minang” atau “Padang”, demi menyingkat jawaban.
Saya pernah beberapa kali berkunjung ke Kerinci. Sekedar informasi, bapak saya telah merantau ke Pulau Jawa sejak akhir tahun 50an.
Hal-hal yang saya ingat dari Kerinci, selain gunung dan danau Kerinci, adalah jalan menuju ke sana yang harus melewati jalan sempit di pegunungan, kerabat dan handai taulan yang setiap saat mengundang makan bersama, perkebunan teh Kayu Aro di kaki gunung Kerinci yang ternyata merupakan perkebunan teh tertua dan terluas di dunia, dan air panas alam Semurup. Continue reading

