Dalam banyak tulisan tentang anak (saya), saya sering menulis tentang ‘menjadi teman dengan anak’.
Sebenarnya apa dan bagaimana sih ‘teman bagi anak kita’? Anak ya anak saja… Teman ya teman. Jelas bedanya… Anak ya harus hormat sama orangtua, bagaimana bisa hormat kalau orangtua dianggap teman?
Ih, sering deh saya mendengar komentar begitu..
Begini, kalau saya nih, begitu anak sudah mulai bertanya dan berpendapat sekalipun pendapatnya waktu itu hanya kata “Ga mau!”, saya sedikit demi sedikit menempatkan diri jadi “teman”nya.
Ketika dia bertanya (apapun) ya jawab. Kalau tidak tahu jawabannya atau tidak tahu cara menjawabnya, bilang terus terang. Dan janji akan menjawab atau mencari jawabannya nanti, dan tepati!! Continue reading
